AMINI

Guru Bahasa Indonesia di SMPN1 Nganjuk.., lulusan Fak Sastra Univ Jember.., suka menulis puisi, sajak, syair.., padahal jurusan kuliahnya lebih bergelut dgn lin...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kemuning (27)(157)
#tantangangurusiana

Kemuning (27)(157)

Kemuning (27)(157)

🌷💖💖🌷

Mobil pun memasuki ruas jalan tol Semarang-Solo.

“Jalan ini kan yang bikin Abang?” tanya Kemuning.

“Bukan, Sayang,“ jawab Faisal.

“Lho, bukannya Abang pernah cerita ya waktu itu,” Kemuning berusaha mengingat-ingat momen dimana Faisal pernah mengatakan kalau ruas jalan tol itu dia ikut berperan di sana.

“Saya hanya dolanan saja kok,” tukas Faisal nyantai.

“Dolanan gimana sih, Bang? Abang ada-ada saja deh.”

“Kita satu tim. Aku insinyur termuda waktu itu. Baru lulus dua tahun sudah diajak gabung menangani proyek jalan ini bersama rekan bisnis Ayah. Sejak kuliah saya sudah akrab dengan pasir, batu, semen, koral, besi, paku beton dengan jumlah berton-ton. Itu semua adalah dolanan saya. Saya nggak pernah menganggap material-material itu berat dan sulit. Semua itu adalah penguat bangunan yang berguna untuk kenyamanan hidup manusia. Saya menikmati itu semua dengan menganggap itu adalah mainan saya seperti saya waktu masih kecil. Suka bikin mainan membuat jalan dari tanah. Lalu saya mainkan mobil-mobilan saya dengan melintasi jalan tanah yang saya buat tadi. Seneng banget,” Faisal mengisahkan masa kecilnya kepada Kemuning.

“Saya nggak pernah tahu kalau pada akhirnya bisa dilibatkan dalam pembuatan ruas jalan tol ini. Mungkin dulu bermimpi pun nggak. Tapi itulah hebatnya Allah. Kamu sendiri bagaimana, Sayang?” tanya Faisal menutup ceritanya.

“Bukankah aku sudah pernah cerita ke Abang ya. Aku dulu lulusan terbaik STAN lo Bang,” kata Kemuning sambil menyodorkan minuman air mineral kepada Faisal. Faisal harus banyak minum air putih. Bunda berpesan khusus kepada Kemuning untuk selalu mengingatkan Faisal agar jangan lupa minum.

“Oh iya, aku lupa,” Faisal pun tersenyum sebagai isyarat permohonan maaf.

Tak terasa laju mobil Faisal dan Kemuning telah keluar dari pintu tol. Setelah singgah di sebuah rumah makan untuk sarapan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju kota Nganjuk, kotanya Kemuning. Lepas tengah hari, keduanya terlihat memasuki halaman rumah Kemuning yang asri. Setelah salat duhur dan beristirahat sebentar, Faisal melanjutkan perjalanan ke Kediri di mana proyeknya saat ini sudah menunggu kedatangannya. Perjalanan Nganjuk-Kediri hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga puluh menit.

Sesampai di penginapan Faisal segera berkabar ke Kemuning bahwa malam ini dia langsung meninjau pembangunan masjid di wilayah Kediri. Faisal harus segera menyelesaikan proyek itu sebelum dia melamar Kemuning Rabu depan.#🌷

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post