AMINI

Guru Bahasa Indonesia di SMPN1 Nganjuk.., lulusan Fak Sastra Univ Jember.., suka menulis puisi, sajak, syair.., padahal jurusan kuliahnya lebih bergelut dgn lin...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kemuning (24)(154)
#tantangangurusiana

Kemuning (24)(154)

Kemuning (24)(154)

🌷💖💖🌷

Makan siang terselenggara dengan sangat indah. Pak Arifin, Bu Aminah, Faisal, Kemuning, dan Dik Linda bersama-sama menyantap hidangan dengan penuh nikmat. Sementara Kak Nesa tidak bisa gabung karena sudah berkeluarga dan sekarang tinggal bersama suaminya di kota Tangerang. Sesuap demi sesuap seolah ada kasih sayang Allah yang tiada pernah berhenti dan tiada pernah habis tercurah kepada hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur. Makanan yang dimakan pun seolah mengandung nutrisi yang baik untuk kesehatan mereka. Sehat itulah yang membuat jiwa raga mereka ikhlas beribadah kepada yang mahakuasa.

Kemuning benar-benar bersyukur. Keluarga Abangnya telah setuju bila hari Rabu tanggal 17 minggu depan ayah bundanya akan datang ke rumahnya. Secara resmi mereka akan melamar Kemuning menjadi menantunya. Hal inilah yang sangat diharapkan oleh Kemuning. Sudah tidak sabar rasanya dia ingin mengabarkan berita bahagia ini kepada bapak ibunya.

Karena hari sudah sore dan Faisal juga masih ada urusan di beberapa tempat, Kemuning pun harus menginap di rumah keluarga Pak Arifin.

"Sejak awal Faisal sudah menceritakan tentang Nak Kemuning kapada kami," Bu Aminah membuka percakapan dengan calon menantu. Kemuning yang masih malu-malu terlihat sedikit canggung. Perasaan sungkan (segan) lebih mendominasi batin Kemuning. Karisma kedua orang tua Abangnya itu terlalu kuat. Dia hanya mampu membalas pembicaraan calon ibu mertuanya dengan senyum simpul.

"Tahu nggak apa yang dia sampaikan ke kami?"

"Tidak tahu, Bun," jawab Kemuning sambil membetulkan posisi duduknya. Dia pun penasaran, bagaimana penilaian Abang tentang dia. Selama ini Abangnya tak pernah sekalipun mengungkapkan dengan tegas perasaannya. Hanya saja Abangnya selalu penuh perhatian. Panggilan "sayang" yang Abangnya tujukan ke dia, itu sudah cukup baginya.

"Dia bilang ke kami kalau dia sudah menemukan seseorang yang dia cari. Dia ceritakan ciri-cirinya. Kriteria yang selama ini dia cari ada di Nak Kemuning."

Kemuning berusaha menguasai hatinya untuk tetap berpijak di bumi. Dia tidak ingin terlalu terbuai oleh kata-kata calon ibu mertuanya. Tapi kekuatan kata-kata itu telah mencengkeram hatinya hingga tanpa disadari Kemuning tersenyum. Linda yang melihat hal ini segera bereaksi.

"Mbak Muning, ntar jangan kaget ya kalau Bang Faisal itu suka usil, suka iseng. Saya saja sering dibuat nangis."

"Oh ya? Kok bisa?"

"Hmm, tapi asyik juga sih. Dia nggak pelit. Apa yang Linda minta, selalu dia berikan."

"Wah! Seneng ya. Punya kakak perhatian kayak gitu."

"Dulu, waktu Linda masih SD Abang kan sudah kuliah. Nah, setiap kuliahnya libur Abang selalu menyempatkan mengajak Linda jalan-jalan. Abang selalu mentraktir Linda membeli kebutuhan sekolah Linda. Abang sayang banget sama Linda."

"Itu artinya Bang Faisal nggak tega bikin Dik Linda nangis dong," Kemuning mencoba memancing Linda agar mau menceritakan tentang Abangnya.

Sementara itu, di ruang tamu Pak Arifin sedang berbincang dengan Faisal.

"Sst! Kamu di sini dulu. Dengar! Kamu sedang dibicarakan perempuan-perempuan cantik itu. Dari tadi nggak sengaja Ayah mencuri dengar di sini," kata Pak Arifin sambil setengah berbisik.

"Hmm! Sejak kapan Ayah hobbi nguping?"

"Eh! Bukan hobbi, tapi nggak sengaja."

"Awas ketahuan Bunda lo, Yah. Hehehe...."

"Stt! Jangan kencang-kencang, ntar kedengaran mereka."

Faisal dan ayahnya pun berjalan mengendap-endap mendekati area ruang keluarga. Ruang itu tersekat rak buku. Mereka bisa berlindung di balik buku-buku yang tertata rapi.

"Iya sih, tapi kalau sudah muncul usilnya, Abang itu suka bikin mati kutu deh," lanjut Linda. Sepertinya dia masih ingat betul saat diisengi Abang tersayangnya itu.

"Isengnya dalam hal apa?" tanya Kemuning lebih lanjut.

"Itu, dia suka kasih tebakan ke adiknya. Nah, adiknya selalu salah jawabnya," Bu Aminah ikut nimbrung.

"Bukan salah jawab, Bun. Jawaban Linda benar kok. Abang saja yang sukanya mencari-cari kesalahan," Linda ngotot membela diri.

"Ya emang salah kok," tiba-tiba Faisal sudah muncul di tengah perbincangan mereka.

"Eh, sudah pulang Bang?" tanya Linda sambil menghampiri Faisal dan bergelayut di lengan Abang kesayangannya itu.

"Ngomongin apa tadi? Sepertinya menyenangkan?"

"Tanya aja ke Mbak Muning," jawab Linda sambil mengerling kepada Kemuning.

Kemuning hanya tersenyum malu. Senyum yang sangat dikagumi Faisal.#🌷

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post