AMINI

Guru Bahasa Indonesia di SMPN1 Nganjuk.., lulusan Fak Sastra Univ Jember.., suka menulis puisi, sajak, syair.., padahal jurusan kuliahnya lebih bergelut dgn lin...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kemuning (18)(148)
#tantangangurusiana

Kemuning (18)(148)

Kemuning (18)(148)

🌷💖💖🌷

Esok harinya, tiba-tiba Faisal mengirimkan sebuah tulisan ke gawai Kemuning.

"Tidak harus nomor satu

Tapi harus yang terbaik

Tidak harus kaya raya

Tapi harus bahagia

Tidak harus pintar

Tapi harus ngerti"

Kemuning yang baru membuka mata mencoba menangkap makna. Namun rasa kantuk yang masih menguasai matanya tak sanggup mengajak hatinya untuk bekerja.

"Sepagi ini apa sih Bang, ah?" gumamnya sambil menggeliat dan kembali memeluk guling kesayangannya. Diliriknya jam weker yang ada di samping ranjangnya. Masih menunjukkan pukul 04.25.

"Ah, masih kurang lima menit. Lumayan lah bisa nambah dikit," gumamnya dalam hati. Dan dia pun merem lagi.

Dia sengaja memasang alarm jamnya pukul 04.30. Dan lima menit kemudian weker itu benar-benar berbunyi. Kali ini Kemuning harus benar-benar bangun. Dia tidak mau ketinggalan salat subuh.

Sampai menjelang berangkat ke kantor Kemuning belum membuka lagi gawainya. Pagi itu Kemuning disibukkan dengan urusan kantor sekaligus dimintai tolong ibunya untuk mengantar ke pasar. Ayahnya yang biasanya ngantar lagi sibuk berbenah di kandang sapi. Karena itu pagi ini Kemuning lah yang mengantar ibunya. Rencananya nanti sore akan ada kirim doa untuk Mbah Kakung dan Mbah Utinya Kemuning. Sedari pagi rumah keluarga Pak Surya sudah sibuk.

Kemuning harus tetap ke kantor karena ada urusan penting yang harus dia selesaikan terkait pekerjaannya. Dan dia pun lupa membuka gawainya sampai Faisal menghubunginya lagi.

"Lagi sibuk ya Sayang. Tumben anteng banget."

Namun hingga siang, chatt dari Faisal belum juga bisa dibalas Kemuning. Melihat demikian, Faisal pun kembali tenggelam dengan kesibukannya. Dan Faisal bukan Kemuning. Tanpa ada pemberitahuan pun Faisal tahu gadisnya sedang sibuk. Bukankah nanti sore masih ada waktu, atau kalau tidak, bisa nanti malam. Mungkin Kemuning lagi tidak mau diganggu. Atau mungkin memang sedang sibuk. Faisal tidak mau membiarkan pikiran dan prasangkanya menguasai hatinya. Dia tidak akan membiarkan segala yang mengotori hatinya masuk begitu saja ke hatinya. Faisal lebih suka menenggelamkan diri dengan urusannya yang tak kalah penting.

Tiba-tiba gawainya bergetar. Rupanya telepon dari Kemuning.

"Assalamualaikum Bang, maaf ya hari ini aku lagi sibuk."

"Waalaikumsalam.., iya nggak apa-apa Sayang."

"Abang lagi di mana? Lagi sibuk nggak?"

"Ini aku lagi sama Pak Gianto. Ada apa Sayang?"

"Abang ada waktu nggak? Ntar malam, selepas magrib Abang ke rumah ya," pinta Kemuning.

"Ada acara apa?" Faisal pun penasaran.

"Di rumah ada acara tahlil kirim doa buat almarhum Mbah Kakung dan Mbah Utiku, Bang. Bisa ya?"

"Insyaallah aku usahakan. Kamu siap-siap ya."

"Siap-siap apa, Bang?"

Faisal pun hanya tertawa hingga membuat Kemuning panik penasaran.#🌷

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post