AMINI

Guru Bahasa Indonesia di SMPN1 Nganjuk.., lulusan Fak Sastra Univ Jember.., suka menulis puisi, sajak, syair.., padahal jurusan kuliahnya lebih bergelut dgn lin...

Selengkapnya
Navigasi Web
Kemuning (14)(144)
#tantangangurusiana

Kemuning (14)(144)

Kemuning (14)(144)

🌷💖💖🌷😅

Faisal pun segera menyambut pesan Kemuning.

"Nanti ada waktu luang nggak?"

"Belum tahu."

"Oh, sudah mau berangkat ke kantor?"

Faisal pun melirik jam di tangannya sudah menunjuk di angka 07.30. Ah..!! Basa-basi yang basi, gerutu Faisal dalam hati. Sepertinya dia belum menemukan jurus yang jitu untuk memulai percakapan hari itu.

"Iya ini Bang. Permisi ya," balas Kemuning seraya mematikan gawainya.

Di sela kesibukannya, Faisal berusaha mengirimkan beberapa opininya kepada Kemuning dengan harapan ada tanggapan. Opini yang dia sampaikan lebih membahas tentang hidup dan kehidupan. Bagaimana menjalani hari-hari yang penuh dengan teka-teki. Bagaimana kita harus mampu mengendalikan diri di tengah situasi yang serba tidak mengenakkan. Tiba-tiba berhadapan dengan warga keras kepala. Bagaimana Kemuning harus bersikap untuk tidak menurutkan amarah. Dan hal ini telah ditangkap Faisal beberapa kali saat Kemuning menghadapi warga yang tidak taat administrasi.

"Kamu kelihatan cerdas deh kalau lagi marah," tegur Faisal sambil meminum kopi yang sudah dipesannya.

Kemuning hanya diam dengan sisa-sisa kecewanya.

"Coba kalau nggak sambil marah. Akan lebih kelihatan brilliance," Faisal masih dengan olok-oloknya.

"Bagaimana nggak marah coba. Abang kan tahu sendiri aku ngomong apa ke dia. Dan dia? Abang juga dengar sendiri kan jawabannya seperti apa?"

"Gedeg saya..!"

"Kemuning, kamu tahu batu? Keras kan? Coba kamu pukul pakai tanganmu, pasti sakit."

"Ya iyalah sakit. Abang gimana sih."

"Coba pikirkan. Bagaimana caranya batu itu bisa berubah bentuk tanpa kamu repot-repot menyentuhnya."

Bukannya tenang, Kemuning malah makin emosi.

"Mana ada kayak gitu, Bang?! Di mana-mana orang kalau keras kepala itu ya harus diluruskan. Biar manut, nurut gitu. Apalagi ini berkaitan dengan tertib administrasi. Ya ini tugasku lah!" terlihat kedua alis Kemuning beradu. Namun hatinya nggak bisa padu untuk menerima analogi Faisal.

Faisal pun tersenyum.

"Ya udah, kalau gitu selamat bertugas ya Ibu cantik," sambil berkata begitu Faisal mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan dengan Kemuning.

"Apa ini?" tanya Kemuning tak mengerti.

"Katanya mau bertugas. Ya saya ucapkan selamat bertugas. Semoga sukses ya."

"Ih Abang..! Kok jadi ngeledek gitu sih."

"Kita makan siang dulu yuk," tiba-tiba Faisal membelokkan arah pembicaraan.

Kali ini Faisal harus lebih banyak bersabar menghadapi watak keras Kemuning. Di balik manjanya, Kemuning mewarisi sifat keras bapaknya. Segala sesuatu yang berbenturan dengan hati nuraninya selalu dia tegur. Pengelolaan kata dan kalimat yang indah belum dia kuasai dan dia nggak mau tahu itu. Kalau salah ya harus diluruskan, itu prinsipnya. Dia tidak peduli apakah orang yang diluruskan itu tersinggung dengan kata-katanya atau tidak. Selama benar, Kemuning jalan terus. Hal ini benar-benar menjadi PR buat Faisal.

Begitu juga saat bagaimana Kemuning sering menangis sendirian hanya karena kecewa pada keadaan. Menurutnya keadaan hidup ini tidak adil. Dia selalu merasa dikelilingi masalah, sementara teman-temannya tidak. Pribadi yang labil inilah ladang pahala buat Faisal. Dia berniat menemukan mutiara dalam jiwa Kemuning. Akan ada perjalanan panjang yang akan dia tempuh bersama kemuning.#🌷

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

search

New Post